"Cashzine - Aplikasi Buat Duit Percuma Terbaik Yang PERLU anda miliki"

Cara Buat Duit Dengan Aplikasi Cashzine: Peluang Jana Side Income lebih RM100 Dalam Sehari Melalui Aplikasi Cashzine. (Scroll ke bawah untuk bukti pembayaran terkini daripada Cashzine

Cordyceps:Herba luarbiasa dan apa kehebatannya?

Pernahkah anda mendengar Cordyceps? Atau anda pernah melihat? Mungkin tak pernah dengarkan... Dan tak pernah lihat pun. Sama jugalah macam saya. Saya cuba ceritakan serba sedikit tentang Cordyceps ni. Walaupun bagaimanapun saya cuba fahamkan anda semua mengenainya samada dari tempat asal ataupun khasiat Cordyceps ini.

Cara Mudah Jadi Youtuber Terhebat

Ketahui cara bagaimana untuk menjadi Youtuber. Video yang senang difahami dan penuh dengan semua info yang perlu sebagai Youtuber. Dari asas kepada SEO, teknik Viral, Fb ads serta Mengandungi Teknik dan Rahsia Youtuber yang memiliki JUTAAN Subscriber..

Wanita kelihatan anggun dengan Hasanah Lipmatte

90% pengguna GEMBIRA dan TERUJA dengan Hasanah Lipmatte. Dah jadi trending bagi wanita abad ini. Bukan setakat mencantikkan bibir si pemakai malah dapat menaikkan keyakinan anda sepanjang hari.

9/10 Rezeki Perniagaan: Dari SOLOpreneur ke ENTREpreneur menjadi GLOBALpreneur

Cara Mulakan dan Kembangkan Perniagaan Ke Tahap Yang Lebih Tinggi Dengan Modal Minima.


 


Memaparkan catatan dengan label Artis Seberang. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Artis Seberang. Papar semua catatan

Jumaat, 21 Jun 2024

Band legenda Indonesia D'Lloyd


 D'Lloyd didirikan pada awal tahun 1969. Awalnya band ini adalah band instansi yang dibentuk secara internal dalam perusahaan perkapalan Djakarta Lloyd. Band instansi ini kemudian menamakan diri sebagai D’Lloyd pada akhir tahun 1960-an dengan formasi awal Bartje van Houten (gitar), Andre Gultom (saxophone,flute,vokal), Syamsuar Hasyim (vokal utama), Chairoel Daud (drums), Budiman Pulungan (keyboards), dan Sangkan “Papang” Panggabean (bass).

Sebagai band instansi mereka memiliki keterbatasan dan popularitas yang tak bisa diraih. Oleh sebab itu mereka pun berpikir untuk mencoba masuk dalam dunia musik profesional tanah air yang mulai bertumbuh saat itu. Dengan tetap mengusung nama D'Lloyd pada tahun 1972 mereka berhasil merilis album perdananya pada label Remaco dan mulai dikenal dengan hits “Titik Noda”. 

Kesuksesan tersebut menjadikan mereka bersemangat untuk berkarya lebih baik pada album berikutnya. Rangkaian sukses kemudian berlanjut dengan berbagai album, dan lagu-lagu yang menjadi hits seperti “Mengapa Harus Jumpa”,”Apa Salah Dan Dosaku”, dsb.

Grup Band ini tumbuh seiring perkembangan popularitas mereka dalam dunia musik. 

Kepopuleran D'Lloyd sebagai salah satu grup musik legendaris Indonesia tidak pernah padam sejak era 1970-an. D'Lloyd merupakan salah satu band legendaris berhasil mempopulerkan dan mengekalkan lagu-lagunya masa itu bahkan hingga saat ini.

 Hampir setiap bulan mereka selalu mendapat undangan manggung di luar negeri. 

Nama D'Lloyd tak cuma populer di tanah air tapi mereka juga punya jutaan penggemar di Malaysia dan Singapura. 

Beberapa lagu hits mereka yang populer seperti "Keagungan Tuhan", "Tak Mungkin", "Soleram", "Semalam di Malaysia", "Bunga Nirwana", "Khayal dan Penyair", dan "Mengapa Harus Jumpa" cukup mempesona serta meghibur. 

Selain itu juga ada lagu-lagu yang sangat populer lainnya seperti ; "Hidup Di Bui", "Sendiri", "Adinda Sayang", "Tolonglah Tolong", "Rock'n Roll Music", "Sepanjang Lorong Gelap" dll. 

Kebanyakan lagu-lagu hits dan popular D'Lloyd diciptakan oleh sang gitaris, Bartje Van Houten (Barce), disamping sang vokalis utamanya, Syamsuar Hasyim (Sam). 

Meski begitu anggota lainnya juga ada yang menciptakan lagu untuk D'Lloyd, seperti Budiman Pulungan menciptakan "Rock'N Roll Music"(1976,) Papang menciptakan "Gubahanku", Andre Kasiman Gultom menciptakan "Jangan Salah Pilih", dll.

Lagu-lagu dan musik D’Lloyd enak didengar, chord-nya sederhana (mirip Koes Plus), dan lirik tidak muluk-muluk. 

Group band berusia lebih dari 4 decade ini telah merekam ratusan lagu. Hingga kini D'Lloyd telah menghasilkan lebih kurang 100 buah album. 

Album mereka terdapat dalam pelbagai irama seperti Popular, Keroncong, Mandarin, Betawi, dan Melayu Deli.

Cengkok Melayu

Salah satu kelebihan dari D'Lloyd adalah kekhasan suara dari Sam sang vokalis. Putra asli Sumatera ini memiliki cengkok suara yang pas untuk berbagai jenis musik. Terutama untuk musik berirama Melayu yang nyaris sempurna dibawakannya. Oleh sebab itulah lagu-lagu mereka sangat disukai di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. 

Menurut Bartje, musik D'LLoyd sudah menyatu dengan suara Sam, sehingga menjadi ciri khas musik grup itu.

 Mereka terbentuk dengan jati diri, mereka sudah menyatu, dan suaranya menjadi ciri D'Lloyd.

Grup band D'Lloyd pun pernah merasakan bagaimana harus berhadapan dengan pihak berwajib terkait lagu-lagunya. 

Sebuah lagu hits mereka bertajuk “Hidup Dalam Bui” sempat dicekal oleh pemerintah Orde Baru pada paruh akhir era 1970-an.

 Lagu mereka tersebut dianggap menggambarkan keadaan yang tak benar mengenai lembaga pemasyarakatan. D'Lloyd pun terus dipantau oleh polisi kala itu, bahkan Bartje Van Houten selaku komposer dan gitaris rela tidak mencantumkan namanya.

Dalam perkembangan karier bermusik mereka telah terjadi beberapa kali perubahan formasi anggota. 

Bermula dari penambahan gitaris kedua (rhythm guitar) yang bernama Yustian untuk memperkuat ritme musik kelompok ini. Yustian diplot menjadi additional player untuk mengisi tour group musik ini di berbagai tempat dan beberapa album rekaman selama beberapa tahun di era 1970-an. 

Formasi ini berhasil menaikkan kesuksesan group D'Lloyd dalam beberapa tahun. Setelah itu terjadi pula pergantian karena wafatnya beberapa anggota asli grup ini.

 Para personel pengganti pun merupakan musisi handal pada masa itu yang dianggap bisa mengikuti pola musik D'Lloyd. 

D'lloyd semua personil nya sudah Tiada.

Yang pertama meninggal 1993 adalah Sangkan Papang Panggabean Bassisit kemudian di gantikan oleh Kamal. 

Setelah beberapa tahun kemudian D'lloyd sudah mendapat kontrak show di Malaysia bulan Desember 1996. 

Dlloyd berangkat tanpa Andre Gultom (flute sax .voc)  karena sakit digantikan oleh Yuyun. 

Sepulangnya D'lloyd dari Malaysia tanggal 19 Januari 1996 Andre  Gultom meninggal dan Dlloyd  dari bandara langsung ke rumah duka di Jln Kramat Sentiong gg Mesjid E 52.Jakarta Pusat. 

kemudian.Budiman Pulungan (keyboardis ).meninggal  bulan Nopember 2008 dan Kamal Bassist pengganti juga meninggal. kemudian Samyuar Hasyim meninggal tanggal 6 juni 2012 . 

Chaerul Daud  meninggal 30 September 2014 personil Dlloyd Bartje VH meninggal 5 Mei thn 2017.

Demikian kisah band Dlloyd sudah tidak ada semua personilnya.Group band Legend yang karyanya masih terdengar sampai saat ini.

Credit 

Sabtu, 5 Jun 2021

[VIDEO] Gadis Berumur 15 Tahun Lakonkan Adeg4n Suami Isteri, Drama Ini Tervk Dikec4m Netizen

 

Beberapa hari lepas, tular di media sosial apabila seorang pelakon remaja bawah umur diberi watak sebagai isteri dalam drama bersiri Suara Hati Istri.

Ramai yang membantah tindakan tersebut dan menyifatkan pelakon bawah umur 18 tahun tidak seharusnya melakonkan aks1 orang dewasa.

Hinggakan tanda pagar #Zahra dan #Indosiar menjadi topik trending di Twitter sejak semalam.

Watak Zahra dilakonkan oleh Lea Ciarachel yang kini baru berusia 15 tahun manakala suaminya dalam drama terbabit merupakan pelakon berusia 39 tahun, Panji Saputra.

Antara babak yang menjadi kontr0versi drama berkenaan adalah ketika suaminya menc1um kening Zahra selain mendekatkan wajahnya di bahagian pervt Zahra yang sedang hamil.

Menerusi drama berkenaan, Lea turut melakonkan peranan sebagai isteri ketiga lelaki berkenaan.

Dalam perkembangan sama, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) turut tampil memb4ntah tindakan yang telah melanggar tatacara penyiaran negara republik itu.

Justeru, stesen penyiarnya, Indosiar bersetuju untuk menggantikan pelakon wanita lain untuk melakonkan watak Zahra.

Selain itu, pihak berkuasa mengarahkan agar produksi tersebut menukar jalan cerita agar tidak mengajak masyarakat melakukan pernikahan di bawah umur atau terlalu muda.

Dalam satu kenyataan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkata polemik sinetron yang berjudul Suara Hati Istri kerana menggunakan pelakon di bawah umur sebagai salah satu isteri yang dipoligami.

Ketua KPAI Susanto kesal denga sikap Indosiar yang melibatkan gadis di bawah umur untuk berlakon sebagai seorang isteri dalam sinetron yang berjudul Suara Hati Istri.

Hal ini bertentangan dengan langkah pemerintah Indonesia dalam mencegah pernikahan anak di bawah usia.

Reaksi tersebut disampaikan oleh Susanto setelah mendapat laporan bahawa ada pelakon berusia 15 tahun yang memegang watak sebagai seorang isteri di TV nasional.

Dalam pada itu, Susanto mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan lanjut dengan melakukan pertemuan jajaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Terdahulu, netizen Indonesia kecoh dengan kemunculan Zahra yakni salah satu karakter di sinetron Suara Hati Istri yang tayang di Indosiar. Watak Zahra dibawakan oleh pelakon muda yang baru berusia 15 tahun.

Drama ini mendapat kec4man hebat dari netizen kerana Zahra yang masih 15 tahun tapi memegang watak sebagai seorang isteri.

Rata-rata mereka juga mengkr1tik adegan Zahra dan Pak Tirta di atas r4njang kerana perbezaan usia yang sangat jauh.

Video tular di laman Twitter

 

Sumber : https://www.yoy.my/

Sabtu, 6 Mac 2021

Kita satu, Indonesia ada 10 Siti Nurhaliza - Azmeer


 SEKARANG, nun jauh di seberang sedang rancak berlangsung program realiti, Indonesian Idol musim ke-11 yang sudah memasuki peringkat Top 6. Hanya tinggal 6 peserta bertanding iaitu Anggi, Jemimah, Mark, Melissa, Azhardi dan Rimar.

Ya, Indonesia masih tekun membenarkan program hiburan berjalan pada saat getir Co­vid-19, namun dengan pematuhan prosedur operasi standard (SOP) yang ketat.

Selain ingin menyentuh tentang kualiti para peserta dalam program terbitan RCTI Production Team dan FremantleMedia Asia itu, satu perihal lain yang tidak boleh dinafikan, Indonesia sentiasa di depan apabila berkait atau berbicara tentang seni. Baik muzik atau filem yang dijayakan mereka.

Dalam pada Malaysia seperti vakum terus daripada sebarang program realiti sedemikian akibat pandemik Covid-19, Indonesia mencari 1,001 jalan untuk memastikan kelestarian bakat-bakat seni mereka terus terpelihara.

Mengakui kehebatan Indonesia dalam melahirkan pemuzik berkualiti, Ketua Jabatan Fakulti Industri Kreatif & Seni Persembahan City University Malaysia, Prof. Madya Mohd. Azhar Abu Bakar atau lebih dikenali sebagai Azmeer berkata, banyak perkara yang Indonesia miliki, tidak Malaysia miliki.

Katanya, perkara itu merangkumi aspek populasi penduduk, ganjaran dan motivasi. Malaysia dan Indonesia walaupun negara serumpun, namun banyak perkara yang membezakan dan membataskan kemajuan seni dalam dua negara tersebut.

“Pertama, Indonesia ada le­bih 270 juta penduduk, Malaysia pula hanya ada kira-kira 32 juta. Sudah tentu, bakat di Indonesia lebih meluas dan banyak berbanding negara kita. Kalau kita boleh lahirkan seorang Siti Nur­haliza, mereka (Indonesia) mampu melahirkan 10 Siti Nurhaliza.

“Kedua, saya pernah diberi kepercayaan menggalas tanggungjawab sebagai penasihat program nyanyian yang menggabungkan bakat nusantara suatu ketika dahulu iaitu Gang Starz circa 2007-2008. Saya boleh cakap, budaya kerja orang Indonesia berbeza dengan kita.

“Mereka sangat menghargai satu perihal yang dipanggil seni. Senang cerita, kalau berkait dengan seni, mereka akan buat sebaik-baik dan sehalus-halusnya.

“Kalau satu program itu berjaya dapat rating tinggi misalnya, keesokan harinya, semua yang terlibat menjayakannya, akan dapat ganjaran seumpama bonus. Macam malam ini program berjaya, esoknya semua akan dapat bonus,” katanya.

Mengulas lanjut, Azmeer yang komposer tersohor tanah air berpendapat, kebanyakan rakyat Indonesia memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai kejayaan.

“Indonesia sebuah negara yang besar. Ramai penduduknya hidup dalam kesusahan, namun itu membuatkan mereka bekerja keras dan memiliki motivasi tinggi untuk berjaya dalam apa jua bidang diceburi terutama seni muzik.

“Banyak perkara yang Malaysia perlu belajar dari Indonesia. Bukan mahu terlalu menjunjung, namun realitinya kita memang sedikit terkebelakang bab seni muzik kerana kurangnya kese­daran hal-hal yang perlu diberi perhatian.

“Saya faham, satu dunia sedang dilanda krisis Covid-19. Kalau Indonesia boleh buat Anugerah Musik Indonesia (AMI) dan jalankan program realiti paling popular mereka di tengah-tengah krisis, apa yang kita buat? Tepuk dada, tanyalah selera,” ujarnya dengan getus.

-kosmo.com.my

Isnin, 18 Januari 2021

AlFatihah:Pemegang watak Mak Lampir, Farida Pasha Meninggal Dunia akibat Covid-19

Farida Pasha meninggal akibat Covid-19.

 JAKARTA – Aktres veteran terkenal Indonesia yang popular menerusi watak Mak Lampir, Farida Pasha dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu lalu akibat jangkitan wabak Covid-19.

Khabar sedih itu telah dikongsikan cucunya, Ify Alyssa semalam tentang kematian neneknya akibat wabak maut tersebut.

“Assalamualaikum. Telah kembali ke Rahmatullah ibunda atau nenek kami, Hajjah Farida Pasha binti Ali Husen pada 16 Januari 2021 pada pukul 7.35 malam (waktu tempatan),” ujarnya ringkas menerusi Instagram.

Pada masa sama, Ify turut memohon semua pihak untuk memaafkan neneknya jika pelakon tersebut pernah melakukan kesilapan dengan sesiapa pun.

“Tolong doakan semoga roh nenek dicucuri rahmat dan ditempatkan dalam kalangan orang-orang yang beriman,” katanya.

Terdahulu, Farida dilahirkan di Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia pada 21 Ogos 1952. Aktres itu terkenal kerana sering membintang filem bergenre seram dan sangat sinonim dengan watak seorang nenek kebayan bernama Mak Lampir menerusi sinetron bersiri, Misteri Gunung Merapi yang ditayangkan selama tujuh tahun.

Kali terakhir Farida yang telah membintangi lebih daripada 30 buah filem itu muncul di layar perak adalah menerusi filem The Secret: Suster Ngesot Urban Legend pada tahun 2018. – K! ONLINE

Khamis, 31 Disember 2020

Gisel Anastasia Mengaku Video Intim Yang Tersebar Adalah Dirinya!

 


Gisel Anastasia, penyanyi Indonesia, mengaku dirinya adalah wanita dalam klip video seks yang tular di media sosial, dan disahkan pihak polis selepas peserta Indonesian Idol musim ke lima itu membuat pengakuan ketika siasatan dilakukan, lapor Kompas.


Gisel Anastasia
Gambar hiasan.

"Saudari Gisel Anastasia mengaku bahawa memang video yang ada itu atau yang beredar di medsos adalah dirinya sendiri," kata pegawai polis Daerah Metro Jaya, Yusri Yunus.

Polis berkata rakaman itu dilakukan pada 2017 di Medan, Indonesia, ketika ibu seorang anak itu masih berstatus isteri kepada aktor Gading Marten.

"Dia mengakui bahawa itu dirinya sendiri dan terjadi sekitar tahun 2017. Di salah satu hotel di Medan," lapor sebuah portal lain memetik kenyataan Yusri.

Yusri berkata, pengakuan Gisel itu sekali gus mengesahkan keputusan ujian forensik oleh ahli forensik dan pakar teknologi maklumat sebelum ini.

Sebelum ini Gisel dan lelaki yang dikenali sebagai MYD merupakan suspek dalam klip video seks selama 19 saat yang tular di media sosial.

Sebelumnya Gisel memang selalu mengelak bahawa wanita dalam video tersebut adalah dirinya.

Namun akhirnya, mantan isteri Gading Marten tersebut mengaku bahawa memang benar wanita tersebut adalah dirinya, dan video tersebut diambil pada tahun 2017 yang lalu.

Gading Marten dan Gisella Anastasia berkahwin pada 2013 dan dikurniakan seorang anak, bagaimanapun mereka bercerai pada Januari 2019.


Sumber artikel: http://www.sentiasapanas.com/

Selasa, 13 Oktober 2020

Agnez Mo selebriti paling kaya di Indonesia

Agnez Mo
Agensi

Penyanyi Agnez Mo baru-baru ini dilaporkan media Indonesia sebagai selebriti paling kaya di negara itu dengan jumlah harta mencecah 450 bilion Rupiah (RM12.7 juta).

Tidak hanya mengaut hasil daripada karier seni, penyanyi lagu Matahariku itu juga memiliki perniagaan berkaitan industri fesyen dan makanan.

Jumlah kekayaannya itu adalah hasil kerja kerasnya yang memulakan karier seni seawal usia 6 tahun menerusi muzik dan juga sebagai pengacara.

Melangkah ke alam remaja, penyanyi yang kini berusia 34 tahun itu mula melebarkan sayap apabila mula berlakon dalam beberapa sinetron dan kemudiannya mengeluarkan album.

Tidak hanya dikenali di Indonesia, Agnez juga pernah bekerjasama dengan beberapa bintang dunia antaranya Timbaland dan Chris Brown.

Rata-rata, netizen Indonesia memuji Agnez yang memiliki kekayaan serta wajah jelita. Dia juga dianggap sebagai artis yang tidak pernah mempamerkan kekayaannya.


-myMetro